| Resensi | PT Mada Wikri Tunggal Plant 2 melakukan pengendalian persediaan bahan baku secara manual menggunakan kartu stok, laporan harian, dan Microsoft Excel sehingga menimbulkan berbagai permasalahan, seperti keterlambatan pencatatan, kesalahan input, kesulitan pemantauan stok secara real time, serta rendahnya akurasi data persediaan. Berdasarkan data periode Oktober?Desember 2025, rata-rata akurasi stok bahan baku jenis material sebesar 65,87% dan bahan baku jenis subpart sebesar 58,06%, masih berada di bawah target perusahaan sebesar 97%. Analisis proses bisnis dilakukan menggunakan Business Process Model and Notation (BPMN), sedangkan perbaikan proses bisnis dilakukan menggunakan metode Plan-Do-Check-Action (PDCA) melalui perancangan dan implementasi aplikasi pengendalian persediaan berbasis AppSheet yang dilengkapi fitur pencatatan bahan baku masuk dan keluar, pemantauan stok, pelacakan lokasi penyimpanan, serta analisis Fast, Slow, Non-Moving (FSN). Hasil implementasi menunjukkan penurunan waktu aktivitas BVA pada proses penerimaan bahan baku sebesar 22 menit (30,99%) dan pada proses pengeluaran bahan baku sebesar 3 menit (4,62%), sedangkan aktivitas NVA berkurang hingga 100% pada kedua proses bisnis. Selain itu, akurasi stok bahan baku material meningkat menjadi 100% dan akurasi stok bahan baku subpart menjadi 97,73%. Keywords: Akurasi Stok, BPMN, Klasifikasi FSN, PDCA, Pengendalian Persediaan, Value Added Assesment |