| Resensi | PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri otomotif dan memproduksi bearing. Salah satu permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah tingginya persentase cacat pada proses marking. Berdasarkan data historis periode Juni?Agustus 2025, persentase cacat marking mencapai 3,39%, melebihi batas maksimum yang ditetapkan perusahaan sebesar 3%, sehingga diperlukan upaya perbaikan untuk menurunkan persentase cacat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan kualitas pada alur produksi bearing dan parameter kritis pada proses marking, menentukan nilai sigma dan kapabilitas proses sebelum perbaikan, menganalisis akar penyebab cacat beserta rencana perbaikannya, merancang perbaikan untuk meminimalkan persentase cacat, serta mengevaluasi hasil perbaikan berdasarkan nilai sigma, persentase cacat, dan kapabilitas proses. Penelitian ini menggunakan metode Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC) sebagai metodologi peningkatan kualitas, sedangkan metode Need, Idea, Decision, Action (NIDA) digunakan pada tahap improve untuk merancang rejection gate. Analisis dilakukan menggunakan peta kendali P, perhitungan nilai sigma, serta diagram fishbone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sigma sebelum perbaikan berada pada level 3,33 sigma. Akar penyebab utama cacat marking salah posisi adalah tidak ada alat yang dapat mendeteksi dan mencegah bearing memasuki mesin marking, serta belum adanya Process Monitoring Checklist (PMC). Implementasi rejection gate yang terhubung dengan sensor berhasil menurunkan tingkat cacat dari 3,39% menjadi 2,62% serta meningkatkan nilai sigma dari 3,33 menjadi 3,44, sehingga persentase cacat mengalami penurunan. Kata kunci: Kualitas, DMAIC, NIDA, kapabilitas proses, nilai sigma |