| Resensi | Pengelolaan tata letak gudang finished goods merupakan faktor kritis dalam mendukung efisiensi operasional distribusi produk. PT Bintang Matrix Indonesia menghadapi permasalahan sistem penyimpanan yang belum terstruktur, sehingga rata-rata waktu proses pencarian dan pengambilan barang mencapai 6,50 menit/item, lebih tinggi dari standar perusahaan sebesar 5 menit/item, dengan total jarak 6.490,59 m dan ongkos material handling sebesar Rp. 8.528.316/bulan, serta menyebabkan keterlambatan pengiriman pada 71% aktivitas yang diamati. Penelitian ini bertujuan meningkatkan efisiensi proses pencarian dan pengambilan barang melalui penerapan metode Class Based Storage pada tata letak gudang finished goods, dengan membandingkan metode Dedicated Storage untuk menentukan metode yang paling efisien sebagai metode terbaik. Evaluasi dilakukan terhadap tiga parameter, yaitu waktu proses pencarian dan pengambilan barang, jarak perpindahan, dan ongkos material handling. Hasil penelitian menunjukkan Class Based Storage memberikan efisiensi waktu sebesar 31,53%, dan penurunan jarak perpindahan sebesar 8,32%, dan ongkos material handling sebesar Rp. 8.517.637/bulan, sedangkan Dedicated Storage memberikan efisiensi waktu sebesar 30,00% dan penurunan jarak sebesar 3,92% dan ongkos material handling sebesar Rp. 8.523.285/bulan, dengan ongkos material handling pada kedua metode tidak berubah secara signifikan. Berdasarkan hasil perbandingan ketiga parameter tersebut, metode Class Based Storage ditetapkan sebagai metode paling efisien karena memberikan efisiensi waktu dan penurunan jarak perpindahan tertinggi, sehingga direkomendasikan diterapkan pada gudang finished goods guna meningkatkan efisiensi proses pencarian dan pengambilan barang secara berkelanjutan. Kata Kunci: Class Based Storage, Dedicated Storage, Gudang Finished Goods, Tata Letak Gudang, Ongkos Material Handling |