| Resensi | Tingginya jumlah klaim cacat produk Insert Instrumen Panel Safety STD No. 3 di PT Hasura Mitra Gemilang periode Juli hingga September 2024, khususnya jenis cacat Short Shot yang mencapai 156 unit dari total produksi 2.970 unit (5,25%) menandakan adanya permasalahan serius dalam proses produksi. Angka ini jauh melebihi batas toleransi cacat perusahaan sebesar 0,2%, dan menyebabkan perusahaan belum mencapai target kualitas pada level Six Sigma 4 (DPMO ≤ 6.210). Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi potensi cacat Short Shot dengan menerapkan metode Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC) serta tools Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Tahap Define dan Measure dilakukan melalui identifikasi jenis cacat, perhitungan RPN, analisis data produksi, perhitungan DPMO dan Level Sigma. Analisis akar penyebab dilakukan menggunakan Diagram Fishbone dan metode 5W+1H. Perbaikan yang diimplementasikan meliputi pembuatan alat bantu locating ring, check Sheet serah terima mold setelah dandori, critical point check, identifikasi part NG dan OK, serta pembuatan Work Instruction inspeksi. Hasil implementasi menunjukkan penurunan jumlah cacat Short Shot sebesar 32% dari 156 unit menjadi 79 unit, DPMO dari 42.000 menjadi 23.000, dan peningkatan Level Sigma dari 3,3 menjadi 3,49. Nilai Risk Priority Number (RPN) juga menurun dari 210 menjadi 112. Meskipun terjadi perbaikan, hasil masih belum mencapai target kualitas perusahaan, sehingga diperlukan upaya perbaikan berkelanjutan. Kata Kunci: DMAIC, DPMO, FMEA, Fishbone, Locating Ring, Six Sigma. |