| Resensi | PT Mada Wikri Tunggal menjadi salah satu perusahaan yang berkontribusi dalam membuat komponen kendaraan berbahan plastik. Dalam menjaga keberlanjutan perusahaan telah ditetapkan sasaran mutu terkait zero claim dari departemen quality control. Tetapi pada penerapanya masih terdapat produk yang memiliki jumlah claim customer. Selama 3 bulan telah terdapat claim customer pada divisi assembly sebanyak 76 pcs. Jumlah tertinggi claim customer Gauge Oil Level Assy yaitu pada keluhan seal tidak terpasang dari bulan November 2023 hingga Januari 2024 berjumlah 67 pcs. Six sigma merupakan sebuah metode yang cocok untuk meningkatkan kualitas produk tersebut. Dengan dibantu pendekatan DMAIC, pada tahapan define berisi tentang diagram SIPOC, critical to quality, Jenis defect, claim customer dan reject internal. Pada measure dilakukan perhitungan DPMO, penentuan level sigma, dan pelaksanaan MSA. Pada tahapan analyze berisi tentang diagram fishbone, Forum Grup diskusi untuk analisis masalah. Pada tahap analyze ini didapatkan bahwa masalah terjadi karna operator kelelahan, sehingga sensorik nya melemah. Untuk menganalisis lebih lanjut digunakanlah metode 5W + 1H untuk merancang perbaikan. Pada tahap improve dilakukan perbaikan pada faktor machine, dan method berupa pembuatan Jig dengan sensor menggunakan switch button yang mengirimkan sinyal ke buzzer lamp, sedangkan pada faktor man dilakukan sosialisasi operator. Pada tahap control terdapat perubahan instruksi kerja dan penambahan jadwal perawatan jig. Terhitung sebelum dilakukannya perbaikan level sigma ada di angka 4,132 dan setelah dilakukan tahapan tersebut nilai sigma naik menjadi 6 sigma. Nilai sigma ini didapat dari hasil control pada claim customer dan reject internal pada produk Gauge Oil Level Assy di divisi assembly PT Mada Wikri Tunggal Plant 2. Keywords: Gauge oil level assy, Six Sigma, DMAIC, Jig, MSA |