| Resensi | PT SKF Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi komponen otomotif bearing untuk kendaraan dan mesin industri. Dalam proses produksinya, perusahaan menetapkan target output sebagai upaya untuk memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat. Namun, pada mesin WUXI-3MK205B (2) Channel 16, realisasi output selama periode Juni hingga September 2024 hanya mencapai 261.360 unit dari target 362.880 unit. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara target produksi dan capaian aktual yang berdampak pada pemenuhan demand perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas mesin melalui penerapan Total Productive Maintenance (TPM) dengan fokus pada tindakan preventive maintenance. Metode yang digunakan meliputi pengukuran efektivitas mesin dengan indikator Overall Equipment Effectiveness (OEE), analisis fishbone diagram, serta analisis keandalan mesin melalui indikator MTTR, MTBF, dan MTTF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE sebelum perbaikan sebesar 79,29% pada bulan Juni 2024 dan menurun hingga 56,69% pada bulan September 2024. Setelah implementasi TPM, nilai OEE meningkat menjadi 91,18% pada bulan Oktober 2024 dan berada pada kisaran 86,77% pada bulan Januari 2025. Selain itu, target output sebesar 349.920 unit dengan realisasi output aktual sebesar 292.567 unit atau meningkat 11,94% dibandingkan periode sebelum perbaikan. Peningkatan nilai OEE dan output aktual tersebut menunjukkan bahwa penerapan Total Productive Maintenance berhasil meningkatkan efektivitas mesin serta mendukung pencapaian target produksi dan pemenuhan demand perusahaan. Kata kunci: TPM, Preventive Maintenance, OEE, MTBF, MTTR. |