Detail Buku
JudulPengaruh Penambahan Gliserol Terhadap Karakteristik Bioplastik Berbasis Pati Jagung Dan Karagenan
PengarangAdrianti, Azzah Fadila (1521023)
PenerbitTKP/TKI Politeknik STMI Jakarta, Jakarta, 2025
Kode panggilD4 668.411 Adr P
Nomor dokumen8778
Jumlah dokumen1 eksemplar (tersedia di perpustakaan = 1 eksp)
Media
Jenis dokumenSkripsi
Keterangan- Fisik : xiii, 76 hlm; 30 cm
- No. Induk 50/SB/TKP/25
Keyword1. Bioplastik - Pati Jagung - Gliserol 2.TKI/TKP
ResensiPenggunaan plastik sintetis yang sulit terurai di lingkungan telah menyebabkan penumpukan limbah dalam jangka panjang dan berkontribusi terhadap pencemaran. Salah satu solusi yang dikembangkan adalah bioplastik, yaitu plastik ramah lingkungan yang lebih mudah terurai tetapi tetap memiliki sifat serupa plastik sintetik, seperti elastis, ringan, tidak berwarna, dan tahan air. Bioplastik dapat dibuat dari bahan alami, salah satunya pati jagung, karena mudah didapat, murah, dan memiliki kandungan pati yang cukup tinggi (sekitar 54–71,7%). Pati juga mampu membentuk lapisan film sehingga cocok digunakan sebagai bahan dasar bioplastik. Untuk meningkatkan kualitasnya, pati dicampurkan dengan karagenan yang berasal dari rumput laut. Karagenan dipilih karena dapat memperkuat struktur bioplastik, meningkatkan elastisitas, serta menambah ketahanan terhadap kelembaban, sehingga bioplastik menjadi lebih kuat dan tidak mudah rapuh. Selain itu, ditambahkan juga gliserol sebagai plasticizer yang berfungsi meningkatkan kelarutan dan fleksibilitas. Pembuatan bioplastik dilakukan menggunakan metode solvent casting untuk menghasilkan film bioplastik dari campuran pati jagung, karagenan, dan gliserol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan gliserol terhadap stabilitas termal, gugus fungsi, dan kemampuan degradasi bioplastik. Variasi konsentrasi gliserol yang digunakan adalah 0%, 3%, 6%, dan 9%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan gliserol berpengaruh terhadap stabilitas termal bioplastik. Pada konsentrasi 3%, gliserol meningkatkan stabilitas dengan suhu dekomposisi 299,89°C, namun pada kadar lebih tinggi (6% dan 9%) suhu dekomposisi menurun menjadi 203,03°C dan 199,91°C, menandakan kelebihan gliserol menurunkan stabilitas termal. Uji biodegradasi menggunakan perendaman dengan EM4 menunjukkan bahwa bioplastik mampu terurai dalam waktu 8 hari. Analisis gugus fungsi memperlihatkan tidak terbentuknya gugus fungsi baru, namun terdapat perubahan intensitas pada gugus O–H, C–H, C=O, C=C, S=O, dan C–O Kata Kunci : Bioplastik, pati jagung, karagenan, gliserol, stabilitas termal, gugus fungsi, biodegradasi

Riwayat Peminjaman

No. PeminjamStatus Tgl. PinjamTgl. Kembali
1.Afridon Dwi Putra BerutuMahasiswa30-03-202630-03-2026
2.Kanza Laksana PutraNon Aktif15-04-202615-04-2026

Informasi Umum

Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) Politeknik STMI Jakarta : 3171052C0000001. Perpustakaan STMI buka setiap hari Senin - Kamis, mulai pukul 08.00-16.00 WIB, Istirahat pukul 12.00 - 13.00 WIB. Hari Jumat, mulai pukul 08.00-16.30 WIB, Istirahat pukul 11.30 - 13.00 WIB. Hari Sabtu/Minggu/Cuti Bersama/Hari libur Nasional, layanan tutup. Setiap anggota perpustakaan boleh meminjam maksimal 2 buah buku secara bersamaan. Lama pinjam adalah maksimal 7 hari per buku. Skripsi/TA hanya boleh dibaca di dalam Perpustakaan.

Alamat

Jl. Letjen Suprapto 26 Cempaka Putih Timur Cempaka Putih
+62 21 42801783
humas@stmi.ac.id
perpus.politeknikstmijkt
Perpustakaan Kemenperin

Quote

'Kadang kamu harus melepaskan, bukan karena tak cinta, tapi karena kamu lebih mencintai dirimu yg terus terluka.'