| Resensi | Kelancaran proses produksi merupakan faktor penting dalam meningkatkan produktivitas industri manufaktur. PT Rekadaya Multi Adiprima (RMA) adalah perusahaan otomotif yang memproduksi komponen kendaraan roda empat untuk Original Equipment Manufacturer (OEM), yang menghadapi permasalahan downtime pada mesin punch 200T yang disebabkan oleh kurangnya jadwal perawatan dan ketidaksesuaian prosedur operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas mesin menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan mengidentifikasi penyebab kerugian produksi dengan pendekatan Six Big Losses, serta merumuskan solusi melalui Total Productive Maintenance (TPM). Hasil perhitungan OEE pada periode September–Desember 2022 menunjukkan nilai rata-rata sebesar 68,07%, masih di bawah standar ideal 85%, dengan losses tertinggi berasal dari idling and minor stoppages (0,49%). Analisis 5W+1H mengungkapkan penyebab utama yaitu mata pisau yang tidak diganti tepat waktu dan pelanggaran SOP. Setelah implementasi TPM melalui checklist autonomous dan preventive maintenance, OEE meningkat menjadi 81,40% pada periode Januari–Maret 2023, dengan kenaikan efektivitas sebesar 13,33%. Penerapan metode OEE, Six Big Losses, dan TPM terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja mesin dan efisiensi produksi di PT RMA. Kata Kunci: Overall Equipment Effectiveness (OEE), Six Big Losses, Total Productive Maintenance (TPM), Downtime, Mesin Punch 200T, Efektivitas Produksi. |