Detail Buku
JudulPembuatan Komposit Polipropilena Daur Ulang/Limbah Ampas Kopi/Aluminium Oksida (Al2O3) dengan Uji Kuat Tarik dan Sifat Termal
PengarangNuralif, Sandriana Lintang (1521009)
PenerbitTKP/TKI POLITEKNIK STMI JAKARTA, Jakarta, 2025
Kode panggilD4 668.423 Nur P
Nomor dokumen8586
Jumlah dokumen1 eksemplar (tersedia di perpustakaan = 1 eksp)
Media
Jenis dokumenSkripsi
Keterangan- Fisik : xiii, 61 hlm; 30 cm
- No. Induk 23/SB/TKP/2025
Keyword1. Polipropilena - Ampas Kopi 2. TKI/TKP
ResensiTingginya penggunaan polipropilena (PP) sebagai bahan baku komposit menyebabkan meningkatnya jumlah limbah plastik yang sulit terurai di lingkungan. Pada industri manufaktur, limbah PP berasal dari produk cacat (not good) dan scrap dalam proses produksi. Akan tetapi, proses daur ulang secara termo-mekanis menyebabkan pemutusan rantai pada PP daur ulang (PPdu), yang berdampak pada penurunan sifat termal, kekuatan tarik, viskositas, dan elastisitas seiring dengan bertambahnya siklus daur ulang. Bahan alami banyak digunakan sebagai bahan penguat atau reinforcement pada komposit, salah satunya yaitu ampas kopi yang berasal dari limbah organik. Limbah Ampas Kopi (LAK) memiliki kandungan selulosa sebesar 12,40%, lignin sebesar 23,90%, dan hemiselulosa sebesar 39,10% yang dapat meningkatkan kekuatan mekanik komposit. Penambahan filler merupakan salah satu metode modifikasi sifat polimer. Aluminium oksida (Al₂O₃) memiliki berbagai sifat unggul seperti sifat termal yang baik, kekuatan dan ketahanan mekanik yang baik, biaya yang rendah, dan sifat tidak beracun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tarik dan sifat termal komposit PPdu/LAK/Al2O3. Variabel penelitian ini adalah variasi komposisi komposit PPdu/LAK/Al2O3 sebesar 82:18:0%; 72:17:11%; 67:15:18%; dan 55:14:31%berat. Pembuatan papan komposit dilakukan menggunakan Manual Forming Machine (MFM). Pengujian yang dilakukan yaitu uji kuat tarik menggunakan Universal Testing Machine (UTM) dengan standar pengujian yang digunakan yaitu ASTM D638 dan pengujian sifat termal menggunakan Diffferential Scanning Calorimetry (DSC) dengan standar pengujian yang digunakan yaitu ASTM D3418. Hasil pengujian kuat tarik menunjukkan penambahan Al2O3 memberikan pengaruh menurunkan kuat tarik komposit PPdu/LAK dengan kuat tarik tertinggi diperoleh pada komposit Ppdu/LAK/Al2O3 dengan komposisi 82:18:0%berat yaitu sebesar 6,18 ± 1,57 MPa. Hasil pengujian sifat termal menunjukkan penambahan Al2O3 memberikan pengaruh meningkatkan temperatur transisi kaca (Tg) komposit PPdu/LAK dengan temperatur transisi kaca (Tg) tertinggi diperoleh pada komposit PPdu/LAK/Al2O3 dengan komposisi 55:14:31%berat yaitu sebesar -16,2°C dan penambahan Al2O3 memberikan pengaruh menurunkan derajat kristalinitas (Xc) komposit PPdu/LAK dengan derajat kristalinitas (Xc) tertinggi diperoleh pada komposit PPdu/LAK/Al2O3 dengan komposisi 82:18:0%berat yaitu sebesar 56,06%. Kata kunci: Komposit, polipropilena, limbah ampas kopi, Al2O3, kuat tarik, temperatur transisi kaca, kristalinitas

Riwayat Peminjaman

No. PeminjamStatus Tgl. PinjamTgl. Kembali
1.Shaila Iffani Fatiha SariNon Aktif25-09-202525-09-2025
2.Afridon Dwi Putra BerutuMahasiswa09-03-202609-03-2026
3.Sulton Haykal ZidaneMahasiswa15-04-202615-04-2026
4.Della MonicaMahasiswa17-06-202617-06-2026
5.Kurnia Indah LestariMahasiswa17-06-202617-06-2026
6.Muhammad SepriantoMahasiswa14-07-202614-07-2026

Informasi Umum

Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) Politeknik STMI Jakarta : 3171052C0000001. Perpustakaan STMI buka setiap hari Senin - Kamis, mulai pukul 08.00-16.00 WIB, Istirahat pukul 12.00 - 13.00 WIB. Hari Jumat, mulai pukul 08.00-16.30 WIB, Istirahat pukul 11.30 - 13.00 WIB. Hari Sabtu/Minggu/Cuti Bersama/Hari libur Nasional, layanan tutup. Setiap anggota perpustakaan boleh meminjam maksimal 2 buah buku secara bersamaan. Lama pinjam adalah maksimal 7 hari per buku. Skripsi/TA hanya boleh dibaca di dalam Perpustakaan.

Alamat

Jl. Letjen Suprapto 26 Cempaka Putih Timur Cempaka Putih
+62 21 42801783
humas@stmi.ac.id
perpus.politeknikstmijkt
Perpustakaan Kemenperin

Quote

'Orang Baik Menjadi Lebih Bijaksana Setelah Melewati Suatu Kegagalan (William Saroyan)'