| Resensi | Dalam dunia bisnis dan industri, kesuksesan suatu perusahaan sangat bergantung pada nilai dan kualitas dari produk yang dihasilkan kepada konsumen. Salah satu faktor utama yang dapat mendukung kesuksesan tersebut yaitu dengan kerja sama dengan pemasok bahan baku atau supplier yang berkualitas. PT WIKA Industri Manufaktur merupakan sektor manufaktur yang bergerak di bidang industri otomotif, telah menjalin kerja sama dengan berbagai pemasok atau supplier dalam menjalani kegiatan bisnisnya yaitu perakitan motor listrik GESITS. Namun, dalam penerapannya terdapat masalah, yaitu tidak adanya sistem informasi yang dapat membantu biro Quality Control dalam memantau kinerja dari para supplier, khususnya pada aspek kualitas dari part yang dikirim. Departemen Quality Control memiliki peran krusial dalam memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Solusi yang diusulkan adalah membuat sistem informasi yang memudahkan dalam proses penginputan dan penyimpanan data part defect bulanan dengan terorganisir sehingga memudahkan proses monitoring dan validasi data oleh biro QC. Dengan sistem ini, Admin QC dapat mempersingkat kegiatan pencatatan bulanan dan memberikan persentase rata-rata terhadap supplier secara otomatis. Selain itu, sistem ini memungkinkan melakukan monitoring dan validasi data oleh Manager QC. Metode yang digunakan dalam perancangan sistem ini adalah metode Waterfall. Selain itu, perancangan sistem ini juga tidak lepas dari penggunaan BPMN (Business Process Modeling Notation) dan UML (Unified Modeling Language) yang terdiri dari Use Case Diagram, Activity Diagram, Sequence Diagram, Class Diagram, Deployment Diagram, Windows Navigation Diagram, dan Entity Relationship Diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Informasi Pengelolaan Supplier berhasil memudahkan proses pengelolaan supplier dengan cara melakukan penginputan data part defect bulanan dan memastikan data tersimpan dengan baik. Sistem informasi ini juga mempersingkat proses validasi data dan monitoring oleh Manager QC. Dengan implementasi sistem ini, diharapkan perusahaan dapat meningkatkan kualitas dan nilai produk, serta meningkatkan efisiensi operasional. |