| Resensi | Industri manufaktur berkembang dengan begitu cepat, dapat didasari dari permintaan yang meningkat. Peningkatan permintaan produk seharusnya dapat menjadikan pelaku industri agar dapat mengoptimalkan kinerjanya. Terdapatnya persaingan antar kompetitor mengharuskan pelaku industri lebih waspada terkait dengan efektivitas dan efesiensi yang dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. PT Bintang Matrix Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang Metal Stampping. PT BMI belum menggunakan metode MRP sehingga banyak resiko yang terjadi keterlambatan produksi. Material Requirement Planing (MRP), merupakan metode yang diterapakan oleh banyak perusahaan untuk menentukan rencana untuk melakukan persediaan bahan baku. Penggunaan peramalan yang cocok untuk menentukan pemesanan pada periode berikutnya metode Single Exponential Smooting 0.1, 0.3, 0.5 0.7, 0.9 dengan nilai MAD masing-masing 342, 284, 245, 208, 174. Metode Simple Moving Avarage 2 bulan, 3 bulan dan 5 bulan dengan nilai MAD masing-masing 302, 290, 405. Metode peramalan terakhir adalah dengan metode winter 0.1, 0.2, 0.3 dengan nilai MAD masing-masing adalah 189, 221, 161. Hasil peramalan dijadikan MPS untuk dijadikan permintaan per periode untuk pemesanan bahan baku dengan menggunakan teknik lot sizing didapatkkan biaya persediaan pada metode lot for lot, least unit cost, economic order quantity, part period balancing, period order quantity. Hasil yang menjadi biaya minimum adalah menggunakan metode lot for lot dengan jumlah Rp. 8.802.000. |