| Resensi | PT Rachmat Perdana Adhimetal (PT RPA) merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai komponen logam untuk kendaraan roda dua dan empat. Salah satu produk utamanya adalah Stay Ign Coil K1ZN, dengan target produksi sebesar 25.000 unit per bulan. Namun, berdasarkan data produksi periode Juni hingga Agustus 2024, output rata-rata hanya mencapai 22.320 unit per bulan. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan penyebab utama ketidaktercapaian target adalah tingginya idle time dan ketidakseimbangan beban kerja antar operator. Bedasarkan pengumpulan dan pengolahan data awal menunjukkan bahwa efisiensi lini produksi hanya sebesar 86%. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Stopwatch Time Study serta penerapan Tabel Standar Kerja Kombinasi tipe 3 (TSKK) berbasis Yamazumi Chart, guna mengidentifikasi pemborosan (waste) dan ketidakseimbangan distribusi tugas. Upaya perbaikan difokuskan pada pembuatan alat bantu Work In Process (WIP), penghapusan aktivitas tidak bernilai tambah, dan relokasi elemen kerja antar stasiun. Setelah implementasi perbaikan, terjadi penurunan idle time pada hampir seluruh operator. Hasil ini menunjukkan bahwa efisiensi lini produksi meningkat menjadi 92,3%, atau naik sebesar 6,3% dibandingkan kondisi awal, serta telah melampaui standar efisiensi perusahaan yang ditetapkan sebesar 90%. Dengan output tercapai sebesar 26.407 part/bulan. Dengan demikian, pendekatan pembagian beban kerja yang lebih merata dan penghilangan pemborosan terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas dan keseimbangan lini produksi. Kata kunci: Beban kerja, Efisiensi Lini, Stopwatch Time Study, Tabel standar kerja kombinasi tipe 3, yamazumi chart |