| Resensi | PT Rekadaya Multi Adiprima merupakan salah satu perusahaan komponen otomotif yang memproduksi komponen-komponen otomotif untuk kendaraan roda 4 (empat), salah satu produk yang dihasilkan yaitu cover door. Berdasarkan data bagian maintenance terdapat kerusakan mesin yang mendominasi pada plant 7 PT Rekadaya Multi Adiprima, untuk data kerusakannya yaitu mesin blowing memiliki persentase 35,13%, mesin cutting 11,65%, mesin punching 17,71%, mesin vacuum 16,32%, dan mesin welder 19,18%. Data tersebut menunjukkan mesin blowing memiliki persentase tertinggi dari mesin lainnya sehingga mesin tersebut tidak dapat memproduksi barang sesuai dengan target yang telah ditentukan. Target produksi dari mesin blowing pada tahun 2022 selama 3 bulan yaitu pada bulan September, Oktober, dan November adalah sebesar 213.274 pcs, sedangkan output yang dihasilkan dari mesin blowing adalah sebesar 183.542 pcs artinya, hasil produksi tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan perusahaan. Total Productive Maintenance (TPM) adalah salah satu cara yang dapat dilakukan tujuannya meningkatkan efektivitas mesin tersebut, hal yang harus dilakukan terlebih dahulu yaitu menghitung nilai dari OEE karena sebelumnya, pada plant 7 PT Rekadaya Multi Adiprima belum dilakukan perhitungan OEE, tahapan selanjutnya analisis melalui perhitungan six big losses, kemudian hasil losses tertinggi dievaluasi menggunakan diagram Fishbone dan analisis 5W+1H. Berdasarkan analisis dan evaluasi yang dilakukan reduce speed losses adalah jenis losses yang paling tinggi sehingga mengakibatkan nilai OEE rendah. Perbaikan untuk masalah yang terjadi yaitu dengan cara sosialisasi ulang dan membuat work instruction, pembuatan check sheet, standar material, dan standar sparepart. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai OEE dari mesin blowing adalah sebesar 67,42% kemudian, setelah dilakukannya penerapan perbaikan meningkat menjadi 78,80%, dan hasil dari perbaikan nilai persentase kerusakan mengalami penurunan menjadi 22,09%. |